Tarbiyah : Sunnatullah perjuangan

Image

 

 

[ Artikel pendek yang mempunyai kaitan dengan situasi di Mesir (17/6/2012) ]

 

Jika kita lihat surah Al-Baqarah ayat ke 214,

 

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu?

Mereka ditimpa oleh MALAPETAKA dan KESENGSARAAN serta DIGONCANGKAN (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’
Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

 

Maka jika kita lihat, apa yang orang-orang beriman & rasul bertanya, bilakah akan datang pertolongan Allah?

 

Maka dijawab, Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

 

Selalunya kebanyakan orang hanya tengok akhir ayat ini sahaja, tetapi, bagi kita, yang telah Allah pilih untuk memahami deen ini, melihat dengan kaca mata yang lain dari yang lain.

 

Jika tengok ayat permulaannya , ada 3 ciri-ciri yang perlu dilalui sebelum pertolongan Allah itu dekat,

1) Malapetaka
2) Kesengsaraan
3) Digoncangkan

 

Lalu, para sahabat telah melalui pelbagai ujian dan juga perderitaan,

 

Ada yang dipanggang,
Ada yang disula,
Ada yang dihempap batu,
Ada yang dibelasah,
Dipulau, disiksa, digoncang hati mereka dengan sebenar-benar goncangnya.

 

Maka apabila mereka telah melalui 3 ciri-ciri ini, ketika itulah pertolongan Allah sudah dekat.

 

Maka, kita yang sudah berada di jalan ini, pernahkah kita mengalami ujian di jalan ini, jika para sahabat dipanggang, kerana jalan ini, apakah kita pernah ke kene cucuh dengan rokok kerana menyebarkan risalah ini?

 

Ya, inilah ciri2 kelayakan sebelum mendapat pertolongan Allah,

 

Ya, inilah tabiat jalan ini,

 

Bagi sesiapa yang melalui jalan ini, mereka akan ditimpa, kemelaratan, penderitaan, digoncang, sehingga hati terasa sesak, pandangan terasa amat sempit, seakan-akan dunia ini sangat sempit.

 

Namun bukankah Allah telah berfirman

 

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka”. (At Taubáh: 111)

 

Tidakkah cukup syurga menjadi motivasi untuk diri kita?

 

MUHAMMAD AMINUDDIN BIN MUSLIM,
Jordan University of Science and Technology (JUST),
Pelajar Perubatan Tahun 1


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: