SMHE : Hati Para Ikhwan tidak Tersepit dengan Dakwaan Mereka

Sesungguhnya dakwah Ikhwan Muslimin berupa sebuah ruh baru yang meresap ke dalam hati ummah ini dan ia dihidupkan dengan Al Quran , ia adalah sebuah dakwah Rabbaniyah pada prinsip dan tujuannya , ia juga adalah dakwah Islamiyah yang asli sebagai yang dijelaskan oleh pengasasnya Imam Hasan al Banna . oleh itu , prinsip dan syi’arnya teguh bersama naungan Rabbaniyah dan Islamiyah

Prinsip dan Syi’ar yang senantiasa menjadi talian hayat Ikhwan Muslimin pada setiap waktu dan ketika adalah (Allah Tujuan Kami, Arrasul Teladan Kami, Al Quran Panduan Kami, Al Jihad Jalan Kami, Mati di Jalan Allah adalah Cita-cita Kami Tertinggi)

Ia tidak berorientasikan peribadi , jawatan , kekuasaan , keterikatan dengan individu atau taksub manusia .. ia sebuah prinsip yang jitu dan jelas

” subghat Allah , siapakah yang punyai sibghat sebaik Allah ? dan kami kepada Nya sahajalah mengabdi ” al Baqarah : 138

maka dengan inilah jiwa jiwa Ikhwan bersatu dengan dakwahnya , berkorban untuknya , hidup dengannya dan deminya , dengan mengiktiraf ia sebagai dakwah Islami yang asli dan suci diwariskan oleh Muhammad s.a.w

قلوب الإخوان لن تضيق بدعوتهم

Pada suatu hari , ustaz Umar Tilmisani pernah menulis , ” jika seluruh dunia mengumpulkan ketumbukannya untuk merampas dakwah Ikhwan Muslimin , maka ketahuilah bahawa mereka lemah untuk merampaskan ia dari hati hati kamu , walaupun dunia ini dipenuhi dengan mereka , tetapi hati hati Ikhwan tidak disempitkan dengan mereka ”

sumber : Artikel Ust Umar Tilmisani dengan tajuk Kita Dalam Sebaik baik Situasi yang ditulis oleh beliau pada 1986

al Fadhil ustaz telah membuktikannya , hati hati Ikhwan tidak akan tersepit dengan usaha usaha mereka , kerana mereka melihat dengannya (prinsip dan syi’ar) telah hiduplah hati hati mereka dan tenanglah jiwa mereka , dan mereka merasakan nikmat sebuah jihad dan ganjaran dengan naungannya , dan nikmat kesatuan hati dan kemuliaan sebuah perjanjian , dengan menghidupkan sebuah Islah ia adalah jalan menuju  kejayaan

Dari itu , wajiblah ke atas kita sebagai pewaris dakwah yang barakah ini agar menghidupkan dakwah ini di dalam hati hati kita sebagai peringkat yang pertama , menjadikan ia menguasai perasaan kita , mendorong keinginan dan kegilaan kita , menentukan keutamaan amal kita , supaya kita faham bahawa dengan menggenggamnya dan hidup dengannya untuknya , itulah dia kebanggaan kita dan kejayaan kita , dan jika kita jalankan haknya terhadap diri kita maka akan terbinalah ia pada masyarakat kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: